1. Latar Belakang Konflik
Konflik antara Kamboja dan Thailand sejatinya bukan hal baru pertikaian atas garis perbatasan yang berasal dari era kolonial Prancis telah berlangsung selama puluhan tahun. Berulang kali kedua negara saling bersitegang terkait klaim wilayah di sepanjang perbatasan sepanjang lebih dari 800 km, terutama di area kuil kuno seperti Preah Vihear dan Ta Muen Thom yang bernilai strategis dan simbolis tinggi bagi kedua bangsa.
Selama bertahun-tahun, sengketa ini sempat mereda, tetapi kembali memuncak pada pertengahan 2025. Bentrokan besar pertama terjadi di sekitar situs Ta Muen Thom dan beberapa titik lain di perbatasan, menyebabkan puluhan korban jiwa dan ratusan ribu warga sipil mengungsi.
Upaya diplomatik, termasuk mediasi ASEAN dan perjanjian gencatan senjata di Malaysia pada Oktober 2025 yang difasilitasi oleh Presiden AS saat itu, Donald Trump, sempat menenangkan situasi. Namun gencatan ini ternyata rapuh dan kembali menimbulkan ketegangan.
2. Perkembangan Terkini (Desember 2025)
Eskalasi Baru
Dalam dua minggu terakhir (Desember 2025), konflik yang sebelumnya relatif terkendali kembali memanas menjadi serangkaian bentrokan militer besar-besaran antara kedua negara:
-
Thailand mengebom sasaran militer dan fasilitas di wilayah perbatasan Kamboja, termasuk sebuah kasino dan jembatan menurut laporan awal konflik terbaru.
-
Thailand juga dikabarkan melancarkan operasi ofensif baru untuk “merebut kembali wilayah yang diklaim” di provinsi perbatasan seperti Trat.
-
Kamboja menyatakan bahwa jet tempur Thailand masih melakukan serangan udara meskipun ada klaim awal gencatan senjata oleh pihak luar.
-
Bangkok menuntut agar Phnom Penh mengumumkan gencatan senjata secara sepihak terlebih dahulu sebelum perundingan lebih lanjut dilakukan.
-
China mengirim utusan khusus ke Phnom Penh untuk mendorong de-eskalasi konflik, sementara mediasi diplomatik ASEAN juga dijadwalkan segera.
Dampak Terhadap Warga Sipil Dan Wilayah
-
Lebih dari setengah juta warga Kamboja terdampak — termasuk evakuasi massal akibat serangan artileri, drone, dan serangan udara Thailand.
-
Ratusan ribu orang di kedua negara mengungsi dari rumah mereka untuk mencari tempat aman.
-
Jumlah korban tewas akibat pertempuran di kedua belah pihak terus bertambah, melibatkan militer dan sipil tanpa ada angka final yang pasti.
3. Dampak Sosial & Ekonomi
Selain korban jiwa dan pengungsian, perang telah menimbulkan dampak sosial dan ekonomi berikut:
Ekonomi
-
Rute perdagangan antarnegara terganggu, termasuk penghentian pasokan bahan bakar melalui Laos yang semula menuju Kamboja.
-
Perdagangan bilateral dan pariwisata antarnegara menurun tajam.
-
Sektor usaha kecil dan barang ekspor–impor mengalami gangguan besar karena penutupan pos perbatasan.
Sosial dan Kemanusiaan
-
Warga sipil yang mengungsi menghadapi tantangan akses layanan kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan dasar.
-
Aksi damai untuk perdamaian digelar oleh warga Kamboja, menandakan meningkatnya tekanan sosial untuk mengakhiri konflik.
4. Reaksi Internasional Dan Diplomasi
Konflik ini tidak hanya menjadi urusan bilateral; banyak kekuatan global dan regional terlibat:
-
ASEAN menggelar pertemuan khusus untuk membahas krisis perbatasan tersebut.
-
China terlibat diplomasi langsung untuk mendorong de-eskalasi.
-
Upaya mediasi sebelumnya oleh AS dan Malaysia menunjukkan bahwa konflik ini memiliki implikasi luas bagi stabilitas Asia Tenggara.
5. Kesimpulan
Konflik antara Thailand dan Kamboja yang kembali memanas pada akhir 2025 bukan hanya sekadar bentrokan perbatasan biasa. Konflik ini memiliki akar sejarah panjang, memperlihatkan rapuhnya mekanisme penyelesaian damai yang selama ini dibangun. Meskipun ada beberapa upaya diplomatik dan gencatan senjata, pihak-pihak terkait tampaknya terus saling tuduh dan tindakan militer terus berlangsung. Akibatnya, jutaan warga sipil harus menghadapi konsekuensi sosial, ekonomi, dan kemanusiaan yang berat.
FAQ
Apa penyebab konflik Thailand–Kamboja terbaru?
Konflik bermula dari sengketa wilayah perbatasan yang kompleks, termasuk klaim atas situs bersejarah dan perbedaan interpretasi garis perbatasan era kolonial.
Seberapa parah konflik ini?
Sudah menyebabkan ratusan ribu hingga lebih dari setengah juta warga sipil mengungsi dan puluhan hingga ratusan korban tewas.
Apa upaya damai yang sudah dilakukan?
Ada perjanjian gencatan senjata yang dimediasi oleh Malaysia dan Amerika pada Oktober 2025, namun kesepakatan ini runtuh dan konflik kembali meningkat.
Siapa yang terlibat dalam mediasi?
Diplomasi melibatkan ASEAN, China, dan upaya sebelumnya oleh Amerika Serikat dan Malaysia.
Bagaimana dampaknya terhadap ekonomi?
Perdagangan, pariwisata, dan sektor bisnis di perbatasan mengalami gangguan signifikan, serta ekspor–impor antar negara menurun.





Satu Komentar
Hai, ini merupakan sebuah komentar.
Untuk mulai memoderasi, mengedit, dan menghapus komentar, silakan kunjungi layar Komentar di dasbor.
Avatar komentator diambil dari Gravatar.