Beranda / Tak Berkategori / Militer Thailand Hancurkan Patung Dewa Hindu Di Perbatasan Sengketa

Militer Thailand Hancurkan Patung Dewa Hindu Di Perbatasan Sengketa

Kronologi Insiden Thailand Hancurkan Patung Dewa Hindu

Pada akhir Desember 2025, militer Thailand di laporkan menghancurkan sebuah patung Dewa Wisnu (Lord Vishnu) di kawasan perbatasan yang di sengketakan dengan Kamboja. Patung tersebut, yang di bangun pada 2014, selama ini menjadi simbol religius dan kultural di wilayah tersebut.

Menurut pejabat Kamboja, patung itu berada beberapa meter di dalam wilayah yang mereka klaim sebagai bagian dari Provinsi Preah Vihear. Pembongkaran di lakukan oleh pasukan Thailand di area yang di sebut Chong An Ma / An Ses. Sekitar 100–400 meter dari garis perbatasan yang di sengketakan.

Video viral dari insiden menunjukkan alat berat militer Thailand merobohkan patung tersebut saat ketegangan militer antara kedua negara sedang tinggi.

Latar Belakang Sengketa Perbatasan

Thailand dan Kamboja telah lama bersengketa atas perbatasan yang meliputi sejumlah situs budaya kuno, termasuk kuil dan prasasti warisan Hindu-Buddha. Sengketa ini telah memicu berbagai bentrokan bersenjata sejak tahun 2008 dan berkali-kali kembali memanas.

Ketegangan yang paling akut terjadi pada Desember 2025 — setelah bentrokan bersenjata lebih dari dua minggu menghasilkan ratusan korban, ratus ribu pengungsi, dan kesepakatan gencatan senjata yang rapuh.

Reaksi Kamboja

Pemerintah Kamboja secara resmi mengecam tindakan militer Thailand tersebut sebagai penghinaan terhadap warisan budaya dan kepercayaan agama. Sekaligus sebagai suatu pelanggaran terhadap kedaulatan mereka. Pejabat Kamboja menyatakan patung itu “berada di dalam wilayah kami” dan pembongkarannya merupakan tindakan yang tidak dapat diterima.

Reaksi publik di Kamboja amat kuat, dengan media sosial di penuhi kecaman serta rasa duka dan kemarahan atas apa yang dianggap penghancuran simbol religius.

Sikap Thailand

Hingga saat ini, pernyataan resmi dari militer atau pemerintah Thailand belum komprehensif. Namun, laporan media lokal menyebutkan bahwa Thailand melakukan pembongkaran setelah pasukannya merebut kembali wilayah yang diklaim sebagai bagian dari Thailand dan berpendapat bahwa struktur — termasuk patung tersebut — telah di pasang secara ilegal oleh Kamboja untuk memperkuat klaim territorialnya.

Pihak Thailand juga menekankan bahwa patung itu berdiri di zona yang di perebutkan dan pembongkaran adalah bagian dari operasi keamanan di area perbatasan.

Reaksi Internasional

Insiden ini tidak hanya memicu kemarahan Kamboja, tetapi juga menarik perhatian negara lain.

India

India secara keras mengecam penghancuran patung Dewa Wisnu. Dengan Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa tindakan seperti itu “menyakiti sentimen umat beragama di seluruh dunia” dan meusulkan penyelesaian melalui dialog dan diplomasi.

Diplomasi ASEAN

ASEAN dan negara-negara mediant lain, termasuk Malaysia, telah mendorong kedua pihak untuk menahan diri, mencegah eskalasi lebih lanjut, dan menghormati situs budaya sembari mencari solusi damai lewat mekanisme struktural ASEAN dan perundingan bilateral.

Implikasi Dan Dampak

Insiden pembongkaran patung ini memperdalam ketegangan antara Thailand dan Kamboja pada saat hubungan sudah rapuh karena konflik bersenjata di perbatasan. Dampaknya meliputi:

  • Memperburuk hubungan diplomatik kedua negara

  • Meningkatkan sentimen nasionalis di kedua masyarakat

  • Menimbulkan kekhawatiran internasional soal perlindungan warisan budaya

  • Menghambat proses perdamaian yang sedang digodok oleh ASEAN dan negara mediasi

Kesimpulan

Penghancuran patung Dewa Wisnu di perbatasan sengketa oleh militer Thailand telah menjadi titik api baru dalam konflik antara Thailand dan Kamboja. Meski Thailand mengklaim tindakan itu merupakan bagian dari operasi keamanan di wilayah yang mereka anggap di rebut kembali, Kamboja dan sejumlah pengamat internasional melihatnya sebagai pelanggaran terhadap nilai-nilai budaya dan simbol religius yang membuat ketegangan semakin buruk. Sikap keras dari Kamboja serta kecaman dari India menunjukkan imbalan diplomatik yang lebih luas, sementara ASEAN terus berupaya mengupayakan dialog perdamaian.

Insiden ini menggarisbawahi betapa sensitifnya hubungan geopolitik, agama, dan warisan budaya dalam sengketa teritorial di Asia Tenggara — bukan sekadar soal garis batas di peta, tetapi juga tentang identitas dan sejarah yang tak ternilai.

FAQ

1. Mengapa Thailand membongkar patung tersebut?
Thailand menyatakan pembongkaran di lakukan setelah pasukannya menguasai kembali wilayah yang di sengketakan dan menilai patung tersebut di pasang tanpa izin di area yang di klaim sebagai bagian dari Thailand.

2. Apakah patung itu termasuk warisan kuno?
Patung Lord Vishnu di bangun pada 2014 — bukan artefak kuno — tetapi tetap di anggap suci dan penting secara religius oleh komunitas setempat.

3. Bagaimana posisi Kamboja?
Kamboja mengecam tindakan tersebut sebagai penghinaan terhadap budaya dan agama serta pelanggaran terhadap kedaulatan mereka karena patung itu berada di dalam klaim wilayahnya.

4. Apa reaksi negara lain?
India mengutuk penghancuran itu dan menyerukan penyelesaian damai. ASEAN juga mendorong kedua pihak menahan diri dan mendialogkan damai.

5. Apakah ini bisa memicu perang lebih luas?
Sengketa perbatasan sudah memicu bentrokan bersenjata, dan kejadian seperti ini dapat memperumit upaya perdamaian, tetapi upaya di plomatik terus di lakukan untuk mencegah eskalasi penuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *